
Buku: Adaptasi Inklusif Perempuan di Tengah Krisis Iklim
Bagaimana perempuan menghadapi krisis iklim yang semakin nyata?Buku ini adalah hasil kajian Pusat Kajian Literasi Universitas Negeri Semarang bersama jejaring

Bagaimana perempuan menghadapi krisis iklim yang semakin nyata?Buku ini adalah hasil kajian Pusat Kajian Literasi Universitas Negeri Semarang bersama jejaring

Bagaimana perempuan petani di Indonesia melawan dominasi Revolusi Hijau dan tetap menjaga pertanian yang berkelanjutan? Artikel yang terbit di Asian

Malang, 25 Oktober 2024 – Pameran Diseminasi Penelitian KONEKSI 2024 diselenggarakan di Malang. Acara bertempat di Gedung A19 Lantai 3

Yogyakarta, 26 Januari 2025 – Pelatihan pendidikan perubahan iklim yang digelar di SD Tumbuh 4, Sewon, Bantul, diselenggarakan untuk mengidentifikasi

Semarang, 25 September 2024 – Pusat Kajian Literasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan bangga mendukung dan berkolaborasi dalam acara diskusi

Semarang, 5 September 2024 – Pusat Kajian Literasi Universitas Negeri Semarang (UNNES) berhasil menggelar Simposium Publik Internasional bertajuk “Adaptasi Iklim

Infografik ini menyoroti peran penting FPAR (Feminist Participatory Action Research) dalam upaya adaptasi iklim dengan fokus pada pemberdayaan perempuan. Dengan

Infografik ini menyoroti peran penting FPAR (Feminist Participatory Action Research) dalam upaya adaptasi iklim dengan fokus pada pemberdayaan perempuan. Dengan

Basis data kelompok advokasi iklim perempuan didasarkan pada pengumpulan data bekerja sama dengan organisasi mitra termasuk Institut Mosintuwu, Jaringan Perempuan

This paper explores crisis communication during the pandemic in multilingual Indonesia. Crisis communication during the pandemic is a discursive act

By employing a Critical Discourse Analysis (CDA), this paper examines the issues of women’s movement and empowerment by exploring the

The tragedy at the Kanjuruhan football Stadium is the second worst in the world history of soccer. The excessive force

This chapter explores the contested notion of “literacy” as defined by the government and as negotiated by the grassroot literacy

Lewat lema ‘kebijakan’, bahasa Indonesia menyamakan ‘policy’ dengan kebijaksanaan. Padahal, kalau kita bandingkan dengan bahasa lain, makna ‘policy’ lekat dengan

Artikel ini diterbitkan di The Conversation Selengkapnya: https://theconversation.com/lestari-dalam-tradisi-menyelami-aksi-perempuan-kulon-progo-merawat-alam-dan-pangan-dengan-bertani-231844

Pada tahun 2021, Tim Pusat Kajian Literasi FBS UNNES ikut berkontribusi dalam menuangkan kajian praktek literasi kritis di Indonesia yang

SEMARANG – Pusat Kajian Literasi Universitas Negeri Semarang bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyelenggarakan webinar dengan tema
Pusat Kajian Literasi UNNES memiliki visi untuk menjadi pusat penelitian, basis data, dan pelatihan mengenai literasi dan menjadi media interaksi antara peneliti, praktisi dan pengambil kebijakan dalam memberikan kontribusi serta mengembangkan kesejahteraan masyarakat dalam perspektif literasi.
Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang 50229
©2024 Pusat Kajian Literasi - Universitas Negeri Semarang. All Rights Reserved.